Smkn 20 Jakarta Adakan Lomba Paskibra “Kibarvasi”
Para Pemenang lomba KIBARVASI didampingi oleh Pembina Paskibra SMKN 20 dan Para Juri Lomba, Unsur TNI, POLRI
Generasi muda merupakan harapan bangsa pada masa depan yang memiliki kekuasaan sepenuhnya sebagai kader penerus pembangunan. Untuk membentuk jiwa tersebut kita persiapkan dengan cara memupuk pemusatan perhatian ke dalam hal=hal yang positif melalui kegiatan belajar mengajar, sehingga menghasilkan kader yang siap guna sebagai penerus bangsa di masa depan.
Beranjak dari pemikiran tersebut OSIS SMKN 20 Jakarta mengadakan kegiatan positif yang dapat menyalurkan apresiasi seluruh siswa yakni kegiatan Kompetisi Baris Berbaris Variasi dan Formasi (KIBARVASI) SMK se DKI Jakarta pada tanggal 5 April 2008. Event perlombaan dengan tema “ BATTLE FOR GLORY’ ini merupakan pertama kali yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) demikian penuturan Drs. Haribowo Sunaryo MM, Kepala SMKN 20 Jakarta didampingi Pembina Paskibra Drs. Heri Mulyanto.
Pelaksanaan KIBARVASI yang diikuti oleh SMKN 6 Jakarta, SMKN 18 Jakarta, MAN 11 Jakarta, SMKN 15 Jakarta, SMK PGRI 14 Jakarta, SMKN 90 Jakarta, SMKN 37 Jakarta, SMKN 43 Jakarta dan beberapa SMK dan SMA di wilayah Jabotabek ini mempunyai tujuan mengaktifkan program kerja OSIS SMKN 20 Jakarta periode 2007/2008 terutama seksi bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini juga bertujuan memupuk persatuan dan kesatuan dalam berorganisasi mempertebal siswa-siswi dalam semangat kebangsaan, patriolisme agar tercipta tanggung jawab yang tinggi serta ajang menjalin silaturahmi antar organisasi Paskibra sesame sekolah. Adapun penilaian lomba tersebut meliputi materi gerakan, danton, variasi dan formasi serta kelengkapan peserta. Sebagai Pemenang dalam lomba KIBARVASI tersebut adalah Juara 1 diraih SMKN 43 Jakarta, Juara 2 diraih SMAN 90 Jakarta, dan Juara 3 diraih SMKN 15 Jakarta.
Sumber : -
blok ini di peruntukan bagi kita semua yang mau peduli dengan bahasa dan budaya bangsa
Kamis, 29 Maret 2012
MENULIS ITU MUDAH
MENULIS. Bukanlah hal yang sangat sulit dilakukan. Berlatih dan berlatih adalah cara untuk mewujudkannya. Menulis sebuah pengalaman (termasuk dalam melakukan penelitian) merupakan hal yang menyenangkan, apalagi bila ada yang membaca dan berkomentar atas tulisan yang dibuat. Menulis adalah salah satu bentuk penyampaikan informasi (komunikasi) kepada orang lain.
Menuliskan pengalaman
Usahakan untuk tidak terbelenggu dengan keterbatasan. Menulis harus membebaskan pikiran dari rasa takut dan rasa salah. Tuliskanlah apa yang ingin ditulis. Setelah itu baru dilakukan penyempurnaan yang dapat dilakukan secara bersama-sama dengan kawan ataupun secara sendiri. Hindari rasa takut dikritik dan diberi saran. Karena kritik dan saran merupakan pemacu agar tulisan dapat menjadi lebih baik.
Untuk diketahui, dalam membuat sebuah tulisan setidaknya mengetahui siapa yang akan membaca tulisan anda, media apa yang akan dipergunakan, dan kira-kira berapa lama pembaca akan meluangkan waktu untuk membaca tulisan anda.
Sangat disarankan untuk menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh sebagian besar orang. Menggunakan bahasa lokal, bila tulisan diperuntukkan bagi sebuah kelompok masyarakat lokal yang memiliki bahasa sama, adalah sangat disarankan.
Apa saja yang bisa membuat tulisan menjadi menarik?
Ada beberapa hal yang menjadikan tulisan menjadi menarik dilihat dan dibaca. Misalnya dengan mengaitkan dengan kondisi terbaru, mengaitkan dengan kegiatan sehari-hari, serta menampilkan hal-hal baru.
Hal lain yang membuat orang tertarik membaca tulisan adalah dengan ditampilkannya gambar (termasuk foto). Namun penting diingat agar tidak terlalu banyak menampilkan gambar dan foto yang tidak berkaitan dengan tulisan yang dibuat.
Merangkai tulisan
Dalam menuliskan pengalaman (penelitian), disarankan untuk menyampaikan informasi sejak pada baris awal tulisan. Namun diusahakan agar dalam satu paragrap hanya menampilkan satu hal yang ingin disampaikan. Dan dalam satu tulisan, tutuplah dengan beberapa baris sebagai kesimpulan dari cerita yang ingin disampaikan.
Mengenalkan Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah
Perlindungan terhadap sumber daya alam merupakan pertanyaan dasar atas eksistensi setiap orang dan seluruh umat manusia. Oleh karena itu sekolah mempunyai kewajiban untuk membangkitkan kepekaan dan kesadaran akan lingkungan pada kaum remaja, membuka wawasan dan mendidik mereka untuk berinteraksi dan bersikap dengan penuh tanggung jawab. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 008C/U/1975 menetapkan bahwa Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) mulai diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Dalam Surat Keputusan tersebut dinyatakan bahwa PKLH diajarkan tidak dalam bentuk mata pelajaran tersendiri, tetapi dalam bentuk kesatuan dengan mata pelajaran dan bidang studi tertentu melalui pendekatan terpadu (integrative).
Pendidikan lingkungan sebagai pendidikan untuk menumbuhkan sikap baru terhadap komponen bumi seperti air, udara, hewan dan tumbuhan, menuntut pemikiran yang lain dan menyeluruh yang merupakan kebalikan cara berpikir yang lurus dan satu dimensi. Tujuan pendidikan lingkungan hidup di sekolah adalah sebagai berikut:
Mengantarkan kaum muda untuk memahami alam dengan penuh kasih sayang dan hormat terhadap sesame makhluk/ciptaan ditentukan oleh banyak faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain adalah pola berfikir yang integral dalam memasukan materi PLH kedalam setiap bidang studi yang diajarkan. Metode pendekatannya dibagi 2 macam, yaitu:
1. Pendekatan integratif (terpadu)
Pendekatan ini dilaksanaka bertolak dari kenyataan bahwa materi kurikulum sudah terlalu banyak. Dalam pendekatan ini, materi PLH dipadukan kedalam mata pelajaran yang dianggap relevan dalam kurikulum yang berlaku
2. Pendekatan monolitik
Pendekatan ini dilaksanakan secara terpisah atau berdiri sendiri, sehingga merupakan satuan keutuhan yang bulat. Misalnya menjadi mata kuliah dasar umum (MDU) di universitas.
Dalam sekolah diharapkan sebanyak mungkin tenaga guru yang aktif dalam PLH. Dengan banyaknya guru yang aktif akan memudahkan jalinan kerjasama, baik didalam sekolah maupun diantara sekolah-sekolah dengan lembaga-lembaga terkait dan masyarakat.Kerjasama dengan pihak luar dapat dilakukan dengan orang tua peserta didik (agar hal-hal yang sudah diajarkan disekolah dapat pula dibina di rumah), kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah, dan masyarakat umum.
PLH tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar saja, melainkan menyangkut seluruh kehidupan sekolah. Berbagai aspek kegiatan sekolah, selalu diwarnai PLH. Misalnya pada saat perayaan Hari Bumi (22 April), dan Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dengan penanaman pohon; membahas masalah lingkungan yang sedang terjadi seperti banjir, kebakaran hutan, pencemaran, dll; studi lapangan dengan mengamati langsung objek lingkungan; penataan ruang kelas dan lingkungan sekolah; gerakan kebersihan; dan efisiensi dalam pemakaian seumber daya alam.
dirangkum dari buku Materi Pendidikan Lingkungan Hidup
Pendidikan lingkungan hidup haruslah:
Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan, bersifat teknologi dan sosial (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, estetika);
Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal;
Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner, dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang.
Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga siswa dapat menerimainsight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain;
Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial, dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya;
Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan;
Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;
Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;
Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;
Membantu peserta didik untuk menemukan (discover) gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;
Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.
Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience).
Senin, 26 Maret 2012
FLS2N TINGKAT JAKARTA SELATAN
FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA
TINGKAT JAKARTA SELATAN
BIDANG LOMBA
SENI MUSIK DAERAH
(SENI KARAWITAN)
Tempat lomba:
SMKN 20 JAKARTA
26 APRIL 2012
Persyaratan peserta
1. Peserta adalah siswa SMK di wilayah Jakarta Selatan
2. Tercatat sebagai siswa SMK dibuktikan dengan identitas sekolah (kartu siswa atau identitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Mengumpulkan pas photo (berwarna) 3 x 4 sebanyak 2 lembar.
4. Sehat jasmani dan rohani (tidak dalam kondisi sakit)
5. Persyaratan diserahkan paling lambat pada waktu technical meeting pelaksanaan FLS2N.
Tata tertib festival
1. Semua peserta dimohon untuk ikut membantu terciptanya suasana yang kondusif demi kelancaran pementasan.
2. Peserta yang dipanggil 3 kali berturut-turut tidak hadir, maka waktu penyajiannya diberikan kepada peserta nomor selanjutnya.
3. Begi peserta yang terlambat, waktu penyajiannya menunggu hasil koordinasi antara peserta dengan juri, dan panitia
penanaggungjawab.
4. Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri sesuai dengan kebutuhan sajian dan tidak mendapat transport.
5. Kostum peserta sesuai dengan tema maupun konsep penyajian.
6. Penyajian sesuai dengan naskah yang dibuat.
7. Durasi pentas sesuai dengan Kriteria yang tercantum dalam panduan.
8. Kesalahan dalam penyajian tidak dapat diulang kecuali permintaan tim juri.
9. Keputusan Tim juri tidak dapat diganggu gugat.
10. Kecuali sebagai bagian dari konsep, tepuk tangan penonton hanya diperbolehkan pada waktu sebelum dan sesudah penyajian.
11. Pengambilan gambar/foto tidk diperkenankan naik di area panggung dan tidk boleh menggunakan lampu blits.
12. Kecuali sebagai bagian dari konsep, penggunaan hp (telepon secular) dilarang.
Informasi bagi Peserta
1. Bentuk garapan;
Kreativitas Musik Daerah adalah sebuah sajian musik daerah yang materinya berpijak pada kaidah music daerah setempat yang sudah ada atau mengalami pengembangan dengan tidak meninggalkan nuansa kedaerahan maupun estetik musikal.
2. Durasi waktu penyajian 12 s.d 20 menit.
3. Jumlah peserta /pemusik lengkap 10 s.d 18 siswa
4. Naskah dapat dibuat oleh guru sekolah yang bersangkutan.
5. Tema penyajian bebas terdiri dua penyajian.
6. Tidak dibenarkan menggunakan instrument elektrik.
7. Untuk kelancaran dan memaksimalkan hasil penyajian, peserta diharapkan mempersiapkan instrument yang akan digunakan
semaksimal mungkin.
8. Panitia penanggung jawa hanya menyediakan seperangkat gamelan jawa.
9. Menyerahkan naskah penyajian rangkap 5 eksemplar, paling lambat pada waktu pembukaan FLS2N.
10. Seluruh peserta atau yang mewakili diwajibkan mengikuti technical meeting yang dilaksanakan oleh panitia penanggung jawab
dengan membawa semua persyaratan yang sudah diinformasikan.
11. Penanggungjawab hanya menyediakan waktu 15 menit untuk penataan alat musik dan sheck sound, serta 10 menit untuk
membongkarnya.
12. Orientasi panggung atau gladi bersih bagi para peserta disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat pelaksanaan.
13. Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini akan ditetapkan ketika technical meeting.
Informasi khusus
Materi Penilaian;
1. kesatuan
2. penghayatan/ekspresi
3. kepekaan irama/ritme
4. balance/rempeg
5. teknik/skill permaianan instrument
6. harmoni
7. dinamika
Penghargaan
Penghargaan diberikan:
Penyajian terbaik I,2,3 dan harapan 1,2,3
Tim penilai
Tim juri berjumlah 3 orang yang terdiri dari senian dan akademisi seni daerah.
Tempat lomba
Tempat lomba seni musik daerah di SMKN 20 Jakarta
Alamat : Jln. Melati no 24 Cilandak Barat Jakarta Selatan
Selasa, 24 Januari 2012
DISKUSI
TAHAPAN DISKUSI
Ada dua tahap dalam pelaksanaan diskusi, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan atau penampilan.
1) Tahapan Persiapan
a. Tahap persiapan dilaksanakan dengan tujuan memperoleh kesepakatan mengenai hal
yang akan dibicarakan.
b. Membagikan tugas kepada para calon pembicara atau penyaji jika pembicara lebih
dari satu.
2) Tahap Pelaksanaan
Ada empat tahap yang harus dilalui dalam pelaksanaan diskusi.
a) Pembukaan
Pimpinan diskusi mengemukakan pokok masalah yang akan disampaikan dan
memperkenalkan calon pembicara.
Contoh ucapan moderator:
1. Dalam diskusi kali ini, kita akan membicarakan ....
2. Marilah kita buka diskusi ini dengan membaca/berdoa ....
3. Saya perkenalkan pembicara dalam diskusi ini ialah Saudara ... notulis Saudara ....
b) Pelaksanaan diskusi
Pemimpin diskusi mempersilakan para pembicara menyampaikan pandangannya. Selanjutnya sanggahan atau dukungan dari pembicara disampaikan sesuai dengan aturan yang telah disepakati.
Contoh ucapan moderator:
1. Saya persilahkan Sdr ... menyajikan makalahnya.
Contoh Ucapan penyaji :
1. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan moderator kepada saya untuk ....
c) Acara tanya jawab
Pemimpin diskusi mempersilakan para pendengar/peserta mengajukan pertanyaan kepada pembicara dipandu oleh pemimpin diskusi, pembicara/penyaji.
Contoh ucapan moderator:
1. Saya beri kesempatan 3 orang peserta mengajukan pertanyaan, pendapat atau tanggapannya.
2. Penanya pertama silakan ....
3. Penyaji silahkan memberikan jawaban atau tanggapan balik (peserta yang mengacungkan jari lebih dahulu yang diberikan kesempatan pertama dan bergilir selanjutnya)
Contoh ucapan peserta :
1. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan moderator. Pertanyaan saya yaitu ....
2. Tadi saudara pembicara menjelaskan ... menurut pendapat saya ....
3. Saya mohon kepada pembicara pertama untuk menjelaskan....
4. ... demikian usulan dari saya.
Contoh ucapan penyaji:
1. Terima kasih atas pertanyaan Saudara ... dan jawaban saya sebagai berikut .....
2. Terima kasih atas tanggapan Saudara ..... tentang ....
d) Penutup
Pembacaan simpulan pembahasan diskusi yang telah berlangsung oleh pemimpin diskusi.
PARAFRASA
Pengertian
Parafrasa adalah pengurangan kembali suatu karangan berbentuk prosa atau puisi dalam bentuk atau susunan kata lain dengan maksud dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Mengungkapkan kembali dengan kalimat-kalimat sendiri tanpa mengubah isi atau tema yang terkandung dalam karangan asal.
Parafrasa bisa diartikan mengubah kuantitas, dari karangan yang panjang menjadi pendek atau sebaliknya. Parafrasa bisa juga diartikan mengubah bentuk karangan misalnya sebuah puisi di ungkapkan kembali menjadi karangan prosa, karya sastra berbentuk drama diparafrasakan menjadi bentuk prosa atau cerita.
B. Membuat Parafrasa Lisan dalam Konteks Bekerja
Membuat parafrasa secara lisan artinya mencritakan kembali secara lisan informasi yang telah dibaca atau didengar. Bagaimana langkah-langkah membuat parafrasa lisan?
1. Baca dengan cermat seluruh teks bacaan, mulai dari judul sampai akhir teks sehinggga memperoleh gambaran secara umum informasi yang dibaca.
2. Perhatikan kalimat utama tiap paragraf.
3. Perhatikan paragraf yang berisi ide pokok dan perhatikan kata kunci.
4. Perhatikan paragraf penjelasan dan paragraf penutup, apakah tulisan itu berisi paparan, bujukan atau ajakan.
5. Buatlah catatan berisi sketsa atau kerangka parafrasa berisi susunan kalimat-kalimat inti secara berurutan.
6. Ceritakan kembali secara lisan dengan kata dan kalimat sendiri informasi tersebut dengan cara mengembangkan sketsa atau kerangka dan berpegang pada kata kunci.
Minggu, 15 Januari 2012
UNSUR-UNSUR PUISI
Kalau sebelumnya saya telah menuliska Definisi Puisi, Kali ini saya akan menuliska unsur-unsur puisi, apa saja yang menjadi pokok penting ketika akan membuat sebait puisi. Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur, yaitu kata, larik , bait, bunyi, dan makna. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut :
1. Kata
Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Kata-kata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik.
2. Larik
Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik bisa berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan.
3. Bait
Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.
4. Bunyi
Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama, namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.
5. Makna
Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan.
Diluar semua itu, ada lagi yang membagi unsur-unsur Intrinsik Puisi sebagai berikut ini :
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan
Kemudian, ada lagi yang disebut dengan UNSUR ESKTRINSIK Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk karya sastra yang berasal dari luar karya sastra itu sendiri. Unsur ini meliputi unsur
1. Agama
2. Ekonomi
3. Budaya
4. Politik
5. Biografi Penyair
Sekian dulu bahasan mengenai Unsur-Unsur Puisi, selamat membaca dan semoga bermanfaar.
Langganan:
Postingan (Atom)