Pengertian Serta Contoh Kalimat Kompleks dan Simpleks Lengkap Dengan Pola Kalimat - Ada 2 macam tipe kalimat di dalam Bahasa Indonesia yaitu kalimat kompleks dan kalimat simple. Berikut adalah pengertian dan contoh-contohnya.
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba utama karena di dalam kalimat ini terkandung lebih dari satu aksi (Predikat), peristiwa, atau keadaan.
Sedangkan kalimat simple hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utam. Biasanya kalimat simple hanya memilki pola S P O atau S P O K.
Contoh;
1. Shinta menangis.
2. Ibu menyiram bunga.
3. Adik terjatuh dari atas mobilnya di jalanan itu.
4. Aku bertemu dengan gadis yang berambut keriting itu di pasar.
5. Harimau itu menerkam buruannya dengan sangat tajam seperti pisau.
Di dalam kalimat komplek ada 2 struktur kalimat yang biasanya dihubungkan dengan konjungsi, tetapi terkadang struktur tersebut hanya dihubungkan dengan tanda koma bahkan tidak ditunjukan oleh tanda baca atau konjungsi apapun.
Ia membeli sepeda motor baru karena dia memiliki banyak uang.
S P O C S P O
Shinta menyanyi di taman, burung pun bersiul dengan sangat merdu.
S P K S P K
Budi membayangkan masa lalunya ketika dia menjadi seorang pejuang.
S P O C S P K
Contoh perbedaan Kalimat kompleks dan kalimat simple:
1. Tomat dan terung tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
2. Tomat dan terung yang ada di kebun itu tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
3. Kamu akan mendapatkan nilai yang baik apabila belajar dengan giat.
4. Apel yang berukuran kecil itu jenis apel Indonesia dan yang besar tergolong dalam jenis apel Amerika.
Kalimat no 1 dan 2 merupakan contoh kalimat simple karena hanya memiliki satu verba utama yaitu “tergolong “ sedangkan kata “yang ada di kebun itu” pada kalimat no.2 bukanlah verba utama namun hanya sebagai penjelas nomina yang ada di depannya sehingga kalimat tersebut bisa dibuang.
Tomat dan terung tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
S P(V) Ket.
Sedangkan kalimat no 3 dan 4 merupakan kalimat kompleks karena pada kalimat tersebut terdapat 2 struktur kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi . Pada kalimat pertama Verba utamanya adalah “Mendapat” dan “Belajar” dan konjungsi “apabila”. kemudian pada kalimat no 4 verba utamnya adalah “jenis” dan “tergolong” dan dihubungkan dengan konjungsi “dan”.
Kamu akan mendapat nilai yang baik apabila kamu belajar dengan giat.
S P(V) O S V Ket.
Kalimat komplek terbagi menjadi 2 jenis yaitu Kalimat komplek paratataik dan kalimat komplek hipotaktik. Berikut adalah jenis-jenis kalimat komplek:
1. Kalimat Komplek Paratatik
Kalimat komplek paratatik adalah kalimat kompek yang terdir dari 2 struktur yang memiliki makna setara atau sejajar contoh konjungsi kalimat komple paratatik adalah “dan”, “tetapi” dan “atau”.
Contoh -contoh kalimat komplek paratatik:
1. Ia menanam bunga mawar dan dia sangat rajin menyiraminya.
2. Pakailah pakaian yang kau miliki tetapi harus sopan.
3. Alam akan menjadi Indah bila kita rawat dan selalu kita jaga dengan baik.
4. Hanya kita sebagai pemuda yang bisa menjaga dan juga memelihara kemerdekaan ini.
5. Budi tidak datang ke sekolah, tetapi dia terbaring di rumah sakit.
6. Semua orang panik karena ada gempa bumi.
7. Kamu bisa menungu atau menemuinya langsung.
8. Yang pertama disebut paragraph pembuka dan yang kedua disebut paragraph penutup.
2. Kalimat Kompleks Hipotaktik
Kalimat komplek hipotaktik adalah kalimat yang memiliki 2 struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi seperti “Apabila, “Jika, “Karena”, dan “Ketika”.
Contoh-contoh kalimat komplek hipotaktik:
1. Apabila Kau menuruti nasehat orang tuamu maka hidupmu akan baik-baik saja.
2. Rawatlah dan siramlah tanaman itu agar tidak menjadi layu.
3. Siapa lagi yang akan menjaga alam ini melainkan kita yang tinggal menumpang di dalamnya.
4. Jangan membuang sampah di sungai sembarangan karena akan mengakibatkan banjir di musim hujan.
5. Banyak orang yang tak bertanggung jawab menebang pohon sembarangan hanya karena ingin mendapatkan keuntungan
6. Aku sudah akan pergi ke Singapura jika memiliki cukup uang liburan nanti.
blok ini di peruntukan bagi kita semua yang mau peduli dengan bahasa dan budaya bangsa
Rabu, 21 Maret 2018
Selasa, 20 Desember 2016
ISTILAH JUAL BELI ONLINE
ISTILAH JUAL BELI ONLINE
1. AK artinya : Anis Kembang
2. Ariel / Luna artinya : Jantan / Betina
3. Ambrol ; burung yang bulunya telah rontok dengan jumlah banyak atau bahkan seluruhnya
4. Babon artinya : Betina
5. Bety artinya : Betina
6. Bordan artinya : Borneo Medan
7. BT / TT artinya : Barter atau Tuker Tambah
8. BT artinya : Black Tail / Ekor Hitam
9. BT artinya : Black Throat
10. BU artinya : Butuh Duit
11. Bukpar artinya : Buka Paruh
12. Bungkus Kacang artinya : Sertifikat Lomba
13. Burger artinya : Burung Gereja
14. BURUNG Gacor : burung yang rajin berkicau
15. Buka Paruh : sama juga dengan ngeplong
16. Burung MH (muda hutan) burung yang di tangkap dari alam liar
17. Burja artinya : Burung Saja
18. Cigun artinya : Ciblek Gunung
19. Cikris artinya : Ciblek Kristal
20. Cisem artinya : Ciblek Semi
21. CI artinya : Cucak Ijo
22. CJ artinya : Cucak Jenggot
23. COD artinya : Cash On Delivery
24. Conin artinya : Colibri Ninja
25. Dakun artinya : Dada Kuning
26. Daput artinya : Dada Putih
27. Dorong ekor ; burung yang ekornya masih dalam proses pertumbuhan
28. EP artinya : Ekor Panjang
29. FS artinya : For Sale
30. Fullset : Berikut kelengkapannya
31. Gotik artinya : Nego Dikit
32. Jenkel artinya : Jenis Kelamin
33. Jilat artinya : Jinak Lalat
34. Jomin artinya : Cucak Ijo Mini
35. Up ARTINYA ; agar postingannya naik,
36. Josan artinya : Ijo Standard
37. JSJ artinya : Jalak Suren Jawa
38. Jilot : jinak total
39. Kandang Kosan artinya : Kandang Kotak Standard
40. KC artinya : Kacer
41. KK artinya : Kandang dan Kerodong
42. KN artinya : Kenari
43. Kaki medang : artinya burung yang kakinya sudah kering atau tua
44. Lasrol artinya : Ngalas, Ngeroll
45. LB artinya : Love Bird
46. Loper artinya : Lokal Super
47. Maput artinya : Mata Putih
48. MB artinya : Murai Batu
49. MH artinya : Muda Hutan
50. MM / MH artinya : Mata Merah / Mata Hitam
51. Murmer artinya : Murah Meriah
52. NFS artinya : Not For Sale
53. Ngevoer total : burung yang sudah memakan voer
54. Ngebrem ; suara tembakan yang rapat
55. Ngurak atau mbodol : sedang mengalami siklus pergantian bulunya
56. OB artinya : Over Birahi
57. Pasblue artinya : Pastel Biru
58. Pasjo artinya : Pastel Ijo
59. Paskun artinya : Pastel Kuning
60. Pasput artinya : Pastel Putih
61. PC artinya : Pleci
62. PCB artinya : Pantau Cocok Bayar
63. PHP artinya : Pemberi Harapan Palsu
64. Purtot artinya : nge-Pur Total
65. PM artinya : Personal Message
66. TL artinya : Tledekan
67. WT artinya : White Tail / Ekor Putih
68. Wikplong artinya : Ngeriwik Ngeplong
69. Wiksar artinya : Ngeriwik Kasar
70. OS (Online Shop): Toko yang berjualan melalui internet; baik melalui Facebook, web, instagram, maupun BBM.
71. Seller: Penjual
72. Cust (Customer): Pembeli
73. Supplier: Toko yang menjadi pemasok barang bagi para penjual
74. Dropship: Seorang penjual tidak perlu menyediakan barang, barang disediakan oleh supplier. Penjual hanya mempromosikan barang, jika ada pembeli maka supplier yang akan mengirim barang kepada pebeli namun nama pengirim yang tertulis adalah nama penjual.
75. Pembeli PHP (pemberi harapan palsu): Istilah ini biasanya disematkan untuk calon pembeli yang sudah banyak bertanya tentang produk dan ongkos kirim, meminta totalkan biaya yang harus dibayar, namun saat totalan dan transfer dia tiba-tiba menghilang tiada kabar.
76. COD (Cash on Delivery): Pembayaran dilakukan jika barang telah sampai kepada pembeli. Penjual dan pembeli bertemu secara langsung atau bisa juga melalui kurir.
77. TT: TT mempunyai banyak arti, Diantaranya adalah transfer tunai dan tukar tambah.
78. Tuti (Tukang tipu): Biasanya digunakan untuk penjual yang kabur setelah pembeli mentransfer sejumlah uang untuk pembelian barang.
79. WTB (Want to Buy): Biasanya digunakan untuk yang ingin membeli atau sedang mencari barang untuk dibeli. Ditulis sebelum Spesifikasi barang yang akan dibeli.
80. WTS (Want to Sell): Biasanya digunakan penjual untuk menjual barang.Ditulis sebelum Spesifikasi barang yang akan dijual.
81. Nyabar (Nyari Barang): Digunakan oleh calon pembeli yang sedang mencari barang untuk dibeli. Ditulis sebelum Spesifikasi barang yang akan dibeli.
82. Fix No Cancel: Istilah ini digunakan oleh penjual untuk konsumen. Arti dari istilah ini adalah jika konsumen sudah memesan barang dan menyatakan jadi membeli barang yang ditawarkan, maka pembeli tidak bisa membatalkan pembelian. Biasanya pembeli akan masuk dalam daftar Blacklist jika membatalkan transaksinya.
83. Keep: Istilah ini digunakan oleh pembeli yang meminta penjual untuk menyimpan barang yang telah dipesan dan akan dibayar sesuai waktu yang telah ditentukan.
84. KOS: Kumpulan Online Shop
85. Rekber: Rekening brsama, rekening ini dimiliki oleh sebuah badan khusus. Dalam berjual beli disarankan menggunakan rekber agar terhindar dari penipuan. Dengan menggunakan rekber, pembeli akan membayar tagihan pembelian onlinennya kepada penyedia jasa rekber (bukan kepada penjual langsung), jika barang sudah diterima oleh pembeli maka penyedia jasa rekber baru membayarkan uang tersebut kepada penjual
86. Ongkir: Merupakan kependekan dadi ongkos kirim.
87. Freeong: Merupakan kependekan dari Free Ongkir. Artinya gratis biaya pengiriman.
88. Sold Out: Habis terjual
89. Ready stok: Barang tersedia
90. Reject: Barang mengalami kecacatan atau dalam kondisi tidak bagus.
91. Return/retur: Barang dikembalikan kepada penjual karena kondisi dan kesepakatan tertentu
92. Trusted OS: Online shop yang dapat dipercaya
93. Nomor Resi: Nomor tanda bukti pengiriman dari ekspedisi.
94. Ekspedisi: penyedia layanan jasa pengiriman. Misal: JNE, POS, TIKI, dll
95. Booked: barang telah dipesan orang namun belum dibayar.
96. Hit and Run: Konsumen yang memesan barang dan berjanji akan transfer pada waktu yang telah ditentukan, namun pada saat jatuh tempo tetap tidak membayar. Ada juga yag sampai memblokir penjual agar tidah ditagih pembayarannya.
97. Testimoni: Berisi kesan dan pesan dari pembeli tentang produk atau online shopyang bersangkutan.
98. BPJS (Budget Pas-Pasan Jiwa Sosialita): Istilah ini biasanya disematkan kepada calon pembeli yang suka menawar harga barang online.
99. CLBK (chat lama beli kagak): Biasa disematkan untuk calon konsumen yang bertanya-tanya terus pagi siang malam namu ujung-ujungnya tidak jadi beli.
100. Agan/gan: juragan
101. Sist: Sister
102. Palkor: istilah ini hampir sama artinya dengan PHP atau penipu. disematkan untuk calon pembeli yang sudah banyak bertanya tentang produk dan ongkos kirim, meminta totalkan biaya yang harus dibayar, namun saat totalan dan transfer atau saat janjian cod dia tiba-tiba menghilang tiada kabar.
103. Pance: Kependekan dari panjang cerita alias komentar dan tanya-tanya terus tapi ujung-ujungnya tidak jadi beli.
104. Noken: Kependekan dari No Kendala alias tanpa cacat. Biasanya digunakan ketika berjual beli barang elektronik seperti HP, Laptop, dll.
Kamis, 11 Agustus 2016
TEKS ANEKDOT
Teks Anekdot : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Tujuan, Dan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot –
Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas materi mengenai teks anekdot. Adapun hal-hal yang akan kita bahas meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur,tujuan,serta kaidah kebahasaan dari teks anekdot. Hal-hal tersebut akan disajikan dalam bentuk bagian-bagian sebagai berikut: Pada bagian pertama akan dibahas mengenai pengertian dari teks anekdot, bagian ini berguna agar pembaca terlebih dahulu mengetahui serta mengenal apa itu teks anekdot sebelum dilanjutkan ke bagian selanjutnya yaitu ciri-ciri teks anekdot, struktur teks anekdot, tujuan dan terakhir adalah kaidah kebahasaan dari teks anekdot itu sendiri.
Pengertian Teks Anekdot
Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.
Ciri-ciri Teks Anekdot
Setelah kita mengetahui pengertian dari teks anekdot, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang dapat berguna sebagai pembeda dari teks-teks lainya. Ciri-ciri tersebut dapat kalian lihat sebagai berikut:
1. Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.
2. Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.
3. Bersifat menyindir
4. Bisa jadi mengenai orang penting
5. Memiliki tujuan tertentu
6. Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng
7. Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis
Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki struktur-struktur dalam pembentukannya. Struktur teks anekdot antara lain Abstraksi, orientasi, event, krisis, reaksi, koda, dan Re-orientasi. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai tiap bagain struktur kalian bisa simak yang di bawah ini:
• Abstraksi, bagian ini terletak pada bagian awal paragraf, pada bagian ini berisikan gamabaran awal tentang isi dari teks anekdot.
• Orientasi, pada bagian ini berisikan awal mula, latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks.
• Event, berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks.
• Krisis, bagian ini berisikan tentang pemunculan permasalahan yang terjadi dalam teks anekdot.
• Reaksi, bagian ini berisikan langkah penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian krisis.
• Koda, pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh dalam teks.
• Re-orientasi, bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari teks itu sendiri.
Tujuan Teks Anekdot
Seperti kita ketahui teks anekdot juga memiliki tujuan yang di tujukan untuk pembaca dalam setiap kisah cerita yang ditulis. Tujuan-tujuan tersebut merupakan latar belakang bagi pengarang atau penulis untuk menulis sebuah teks anekdot. Berikut di bawah ini merupakan beberapa tujuan dari penulisan teks anekdot.
1. Untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya.
2. Sebagai saran penghibur.
3. Sebagai saran pengkritik.
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri berbeda dari teks lainnya. Kaidah kebahasaan itu bisa kalian lihat di bawah ini.
• Menggunakan kata keterangan waktu lampau
• Menggunakan kata penghubung
• Terdapat penggunaan kata kerja
• Urutan peristiwa berdasarkan waktu
• Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab.
Senin, 13 Juni 2016
Satuan dan Kegiatan Pramuka Penegak
Satuan dan Kegiatan Pramuka Penegak yang kita bahas kali ini adalah lanjutan dari Materi Pramuka sebelumnya tentang Golongan Pramuka Penegak. Pada artikel kali ini kita akan membahas seperti pengorganisasian pramuka penegak serta event event pramuka yang diikuti oleh pramuka tingkat penegak.
Pengorganisasian Pramuka Penegak
Pramuka Penegak
Pramuka penegak dikumpulkan dalam kelompok-kelompok. Kelompok atau satuan terkecil disebut ‘sangga’ yang terdiri atas 4 – 8 pramuka penegak. Sangga dinamai dengan nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, atau nama-nama lain sesuai aspirasi anggota angga. Sangga dipimpin secara bergantian oleh Pemimpin Sangga (disingkat Pinsa) yang dipilih dari dan oleh anggota sangga yang bersangkutan.
Tiga atau empat sangga dengan total anggota antara 12 sampai 32 dihimpun dalam satuan yang lebih besar yang disebut sebagai ‘ambalan’. Ambalan dipimpin oleh seorang Pemimpin Sangga Utama yang disebut ‘Pradana’ yang dipilih dari dan oleh para Pemimpin Sangga dalam pasukan tersebut. Pradana yang terpilih tetap menjadi Pemimpin Sangga bagi sangganya. dalam kegiatannya, ambalan penegak dibimbing oleh seorang Pembina Penegak dan seorang Pembantu Pembina Penegak yang dipanggil dengan sebutan ‘kakak’ baik untuk putra maupun putri. Nama ambalan diambilkan dari nama-nama pahlawan atau tokoh sejarah, pewayangan ataupun legenda.
Dalam ambalan dibentuk juga ‘Dewan Ambalan Penegak’ atau ‘Dewan Penegak’ yang diketuai oleh Pradana dengan dibantu oleh perangkatnya seperti Pemangku Adat, Kerani (Sekretaris), Bendahara, dan beberapa anggota dengan masa bakti selama satu tahun. Tugas Dewan Penegak antara lain:
• Merancang dan melaksanakan program kegiatan
• Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
• Merekrut anggota baru
• Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga
• Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penegak
Selain itu untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab dibentuk pula ‘Dewan Kehormatan Penegak’ yang bertugas menentukan pelantikan, penghargaan atas prestasi dan atau jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan serta merehabilitasi anggota ambalan.
Kegiatan Pramuka Penegak
Sebagai Pramuka penegak, ada cukup banyak kegiatan / event pramuka yang boleh diikuti oleh golongan ini. Berikut diantaranya :
• Raimuna
• Gladian Pimpinan Satuan (Dian Pinsat)
• Perkemahan Wirakarya (PW)
• Perkemahan Bhakti
• PERAN SAKA (Perkemahan Antar Saka)
• Pengembaraan
• Latihan Pengembangan Kepemimpinan
• PPDK (Pelatihan Pengelolaan Dewan Kerja)
• Kursus Instruktur Muda
• Penataan, Seminar dan Lokakarya
• Sidang Paripurna
• Musppanitera
• Ulang Janji.
Kamis, 18 Februari 2016
GABUNGAN IMBUHAN ME-I DAN ME-KAN
Gabungan imbuhan (konfiks) me-kan dan me-i kerap membingungkan.
Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang dapat diberi kedua konfiks ini: melemparkan—melempari,menjauhkan—menjauhi, mengajarkan—mengajari, dll.
Berikut beberapa pola penggunaan tiap-tiap konfiks tersebut:
1. me-kan: objek bergerak; me-i: objek diam. Contoh:
• Saya melemparkan kertas kepada kamu (kertas bergerak).
• Saya melempari kamu dengan kertas (kamu diam).
2. me-kan: subjek diam; me-i: subjek bergerak. Contoh:
• Saya menjauhkan buku itu (saya diam, buku pindah tempat).
• Saya menjauhi buku itu (saya pindah tempat, buku diam).
3. me-kan: objek bukan manusia; me-i: objek manusia. Contoh:
• Saya mengajarkan matematika kepada adik (matematika bukan manusia).
• Saya mengajari adik matematika (adik manusia).
Sesuai sifat dinamis bahasa, belum semua kasus perbedaan me-kan dan me-i bisa dirumuskan.
Pola perbedaan ini akan dilengkapi seiring dengan penemuan bentuk lain.
Anda punya bentuk lain yang belum cocok dengan pola di atas?
Lalu bagaimana perbedaan kata “ Menugasi” dan “menugaskan”
marilah kita bentuk kalimat dengan kata menugasi dan menugaskan secara tepat;
kata menugasi berarti ‘memberi tugas’ sedangkan kata menugaskan berarti ‘menjadikan (sebagai) tugas’.
Pak Guru menugasi murid-muridnya menyelesaikan pekerjaan itu.
Pak Guru menugaskan penyelesaian pekerjaan itu kepada murid-muridnya.
Atau: Pak Guru menugaskan kepada murid-muridnya menyelesaikan pekerjaan itu.
Kalau kalimat dengan kata kerja bentuk me- itu kita ubah menjadi kalimat dengan kata kerja bentuk di-, maka hasilnya sebagai berikut:
Murid-murid ditugasi Pak Guru menyelesaikan pekerjaan itu.
Penyelesaian pekerjaan itu ditugaskan Pak Guru kepada murid-muridnya.
Murid-murid ditugasi artinya ‘murid-murid diberi tugas’
Penyelesaian pekerjaan ditugaskan artinya ‘penyelesaian pekerjaan dijadikan tugas’
Jadi, kata menugasi haruslah diikuti oleh orang yang berkepentingan (beneaktif), sedangkan kata menugaskan diikuti oleh obyek (obyektif).
Cobalah Anda perhatikan sekali lagi baik-baik contoh-contoh di atas,
kemudian Anda camkan arti kata-kata dengan akhiran –i dan –kan yang terkandung pada kata-kata itu.
Rabu, 10 Februari 2016
Jenis-Jenis Konjungsi antarklausa
Berdasarkan fungsinya konjungsi dikelompokan ke dalam tiga bentuk, diantaranya adalah:
1. Konjungsi antar klausa
Konjungsi antar klausa adalah kata hubung yang mengubungkan dua buah klausa atau lebih.
Ada tiga macam konjungsi antara klausa, yaitu, korelatif, subordinatif, dan koordinatif.
A. Konjungsi korelatif
konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis setara.
Macam-macam konjungsi korelatif:
baik … maupun …
tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan hanya …, melainkan …
(se)demikian (rupa) … sehingga…
apa(kah) … atau …
entah … entah …
jangankan…,…pun… .
Contoh:
Baik Riski maupun Nasar keduanya adalah anak yang baik.
Budi bukan hanya pelukis yang handal, tetapi juga sebagai seniman yang cerdas.
Jangankan uang segudang, sepeser pun aku tak punya.
Aku tidak tahu harus berbuat apa entah pergi saja entah datang menemuinya.
Dia menghias bunga itu sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah.
B. Konjungsi subordinatif
Konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis yang tidak sama (bertingkat).
Macam-macam konjungsi subordinatif:
…..sebelum…
jika…., maka….
…agar….
Meskipun/bagaimanapun….. , …..
dan lain-lain.
Contoh:
Ani telah pergi ke Jakarta sebelum Budi datang menyusulnya.
Meskipun dia miskin, dia sangat dermawan kepada setiap orang.
Saya giat belajar agar tidak menjadi anak yang malas.
Jika aku memliki banyak uang, aku akan pergi ke luar negeri.
Meskipun dia sangat nakal, bagaimanapun juga orang tuanya tetap menyayanginya.
c. Konjungsi koordnatif
Konjungsi ini sama seperti korelatif yaitu menghubungkan dua buah klausa yang sejajar, tetapi konjungsi ini hanya terjadi pada klausa-klausa yang sederhana.
Macam-macam konjungsi koordinatif
…. dan …
… tetapi …
… atau …
Contoh:
Andi membeli buku dan baju di toko itu.
Aku ingin pergi tetapi tidak diijinkan oleh ayahku.
Kau boleh datang bersamaku tau bersama Indri.
KATA KERJA MATERIAL DAN KATA KERJA RELASIONAL
Kata Kerja Material
Kata kerja material adalah kata kerja (verba) yang menunjukan aktifitas fisik yang dapat dilihat secara nyata.
Contoh kata kerja material adalah: menari, membaca, dan menulis.
Struktur kalimat dari verba material adalah: Subjek (aktor) + Verba Material + Objek (sasaran).
Contoh kalimatnya:
1. Ibu memasak nasi
Kata Ibu sebagai subjek (aktor), memasak sebagai verba materialnya, dan nasiadalah sebagai objek (sasaran).
2. Ayah membaca koran
Kata Kerja Relasional
Kata kerja relasional lebih menekankan pada verba atau kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap.
Kalimat yang mengandung verba relasional harus memiliki pelengkap, jika tidak maka kalimatnya akan terlihat rancu.
Struktur kalimat dari verba relasional adalah: Subjek + Verba relasional + pelengkap
Contoh kalimatnya:
1. Kakak merupakan anak tertua
Kakak sebagai objek, merupakan sebagai verba relasional, dan anak tertuamerupakan pelengkap yang harus ada.
2. Ayah bagaikan pahlawan super bagiku
Secara singkat dapat dipahami bahwa kata kerja material itu kata yang menunjukkan subjek melakukan sesuatu.
Sedangkan kata kerja relasional itu kata yang menunjukan hubungan sebab akibat.
Langganan:
Postingan (Atom)