blok ini di peruntukan bagi kita semua yang mau peduli dengan bahasa dan budaya bangsa

Rabu, 10 Februari 2016

Jenis-Jenis Konjungsi antarklausa

Berdasarkan fungsinya konjungsi dikelompokan ke dalam tiga bentuk, diantaranya adalah: 1. Konjungsi antar klausa Konjungsi antar klausa adalah kata hubung yang mengubungkan dua buah klausa atau lebih. Ada tiga macam konjungsi antara klausa, yaitu, korelatif, subordinatif, dan koordinatif. A. Konjungsi korelatif konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis setara. Macam-macam konjungsi korelatif: baik … maupun … tidak hanya …, tetapi ( …) juga … bukan hanya …, melainkan … (se)demikian (rupa) … sehingga… apa(kah) … atau … entah … entah … jangankan…,…pun… . Contoh: Baik Riski maupun Nasar keduanya adalah anak yang baik. Budi bukan hanya pelukis yang handal, tetapi juga sebagai seniman yang cerdas. Jangankan uang segudang, sepeser pun aku tak punya. Aku tidak tahu harus berbuat apa entah pergi saja entah datang menemuinya. Dia menghias bunga itu sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah. B. Konjungsi subordinatif Konjungsi ini menghubungkan dua buah klausa yang memiliki hubungan sintaksis yang tidak sama (bertingkat). Macam-macam konjungsi subordinatif: …..sebelum… jika…., maka…. …agar…. Meskipun/bagaimanapun….. , ….. dan lain-lain. Contoh: Ani telah pergi ke Jakarta sebelum Budi datang menyusulnya. Meskipun dia miskin, dia sangat dermawan kepada setiap orang. Saya giat belajar agar tidak menjadi anak yang malas. Jika aku memliki banyak uang, aku akan pergi ke luar negeri. Meskipun dia sangat nakal, bagaimanapun juga orang tuanya tetap menyayanginya. c. Konjungsi koordnatif Konjungsi ini sama seperti korelatif yaitu menghubungkan dua buah klausa yang sejajar, tetapi konjungsi ini hanya terjadi pada klausa-klausa yang sederhana. Macam-macam konjungsi koordinatif …. dan … … tetapi … … atau … Contoh: Andi membeli buku dan baju di toko itu. Aku ingin pergi tetapi tidak diijinkan oleh ayahku. Kau boleh datang bersamaku tau bersama Indri.

KATA KERJA MATERIAL DAN KATA KERJA RELASIONAL

Kata Kerja Material Kata kerja material adalah kata kerja (verba) yang menunjukan aktifitas fisik yang dapat dilihat secara nyata. Contoh kata kerja material adalah: menari, membaca, dan menulis. Struktur kalimat dari verba material adalah: Subjek (aktor) + Verba Material + Objek (sasaran). Contoh kalimatnya: 1. Ibu memasak nasi Kata Ibu sebagai subjek (aktor), memasak sebagai verba materialnya, dan nasiadalah sebagai objek (sasaran). 2. Ayah membaca koran Kata Kerja Relasional Kata kerja relasional lebih menekankan pada verba atau kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap. Kalimat yang mengandung verba relasional harus memiliki pelengkap, jika tidak maka kalimatnya akan terlihat rancu. Struktur kalimat dari verba relasional adalah: Subjek + Verba relasional + pelengkap Contoh kalimatnya: 1. Kakak merupakan anak tertua Kakak sebagai objek, merupakan sebagai verba relasional, dan anak tertuamerupakan pelengkap yang harus ada. 2. Ayah bagaikan pahlawan super bagiku Secara singkat dapat dipahami bahwa kata kerja material itu kata yang menunjukkan subjek melakukan sesuatu. Sedangkan kata kerja relasional itu kata yang menunjukan hubungan sebab akibat.

Minggu, 10 Januari 2016

CARA MEMBUAT TEKS PIDATO

Seperti telah dijelaskan pada postingan yang lalu (baca dulu Macam-Macam Pidato dan Contoh Pidato), bahwa pidato dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan naskah atau dengan menggunakan kerangka sebagai pedoman atau pegangan, dan atau dengan menggunakan naskah baik dihafal maupun dibacakan. Bila Anda melakukan pidato dengan menggunakan naskah, maka yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyiapkan naskah pidato tersebut. Untuk dapat menulis naskah pidato secara efektif, Anda harus memiliki pengetahuan tentang teknik menyusun atau menulis naskah pidato. Untuk itu ikutilah uraian berikut. Teknik atau Cara Menulis Naskah Pidato Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa menulis naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan, membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Penjelasannya adalah sebagai berikut. a. Mengumpulkan Bahan Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda. b. Membuat Kerangka Pidato Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini. Contoh Kerangka Pidato Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup 1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato; 2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama; 3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup. c. Menguraikan isi pidato Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan. Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini. Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato d. Struktur Isi Pidato Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato. (1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato. Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih! (2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik. Baiklah mari ikuti uraiannya. 1. pola uraian; ada dua macam urutan yang digunakan untuk menyusun/menulis isi pidato, yaitu: urutan kronologis dan urutan ruang. Urutan kronologis, adalah susunan isi yang dimulai dari periode atau data tertentu, bergerak maju atau mundur secara sistematis. Sementara itu, urutan ruang adalah susunan isi yang berurutan berdasarkan kedekatan fisik satu dengan yang lainnya. Umpamanya, membicarakan mulai dari SD A kemudian menunjuk ke SD B yang letaknya paling dekat dengan SD A tadi, dan seterusnya. 2. pola sebab; sebagaimana terlihat dari namanya, organisasi pidato yang menggunakan pola sebab yang bergerak dari satu analisis sebab di saat ini bergerak ke arah analisis akibat di masa yang akan datang, atau dari deskripsi kondisi di saat ini bergerak ke arah analisis sebab-sebab yang memunculkannya. 3. pola topik; pola organisasi pidato yang menggunakan pola topik dilakukan apabila materi yang dibicarakan lebih dari satu periode atau kelompok. Oleh karena itu, di dalam isi pidato akan terdapat beberapa subtopik. Tahap-tahap Menyusun/Menulis Naskah Pidato Ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam menulis naskah pidato yaitu Memilih Subjek dan Membatasi Tujuan Umum Pidato 1. Membatasi subjek untuk mencocokkan waktu yang tersedia, menjaga kesatuan dan kepaduan pidato 2. Menyusun ide pokok menurut tahap-tahap urutan alur dasar pidato (perhatian, kebutuhan, kepuasan, dan lain-lain) atau menurut salah satu pola organisasi. 3. Memasukkan dan menyusun submateri yang berhubungan di setiap pokok. 4. Mengisi materi pendukung yang memperkuat atau membuktikan ide. 5. Memeriksa draft kasar, untuk meyakinkan bahwa subjek telah cukup terekam dan mencerminkan tujuan khusus pidato. contoh : 1. Salam pembuka Pidato biasanya diawali dengan kata pembuka, misalnya: a. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. b. Salam sejahtera untuk kita semua. c. Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian yang terhormat. 2. Pendahuluan, adalah pengantar ke arah pokok-pokok materi yang akan disampaikan. Bagian pendahuluan biasanya berisi sebagai berikut. a. Puji syukur kepada Tuhan. b. Ucapan terima kasih kepada pihak tertentu. c. Maksud menyampaikan pidato. Kemudian diikuti oleh sedikit penjelasan mengenai pokok masalah yang akan kita uraikan. 3. Isi atau inti pidato berisi uraian yang perlu disampaikan. Isi pidato merupakan uraian yang menjelaskan secara rinci semua materi dan persoalan yang dibahas dalam pidato. Sampaikanlah materi utama yang hendak dicarakan. Kemukakan contoh, ilustrasi, cerita-cerita yang berkenaan dengan materi utama. Hindari penyampaian materi yang bersifat menggurui. 4. Kesimpulan Kesimpulan ini sangat penting karena dengan menyimpulkan segala sesuatu yang telah dibicarakan dan ditambah dengan penjelasan dan anjuran, para hadirin dapat menghayati maksud dan tujuan semua yang dibicarakan. Hal ini karena apa yang terakhir dikatakan biasanya lebih mudah dan lebih lama diingat. 5. Salam penutup Tutuplah pidato dengan kesan yang baik. Ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya pidato tersebut. a. Atas perhatiannya Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih b. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu’alaikum Wr. Wb Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi nikmat serta karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di hari yang berbahagia ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kami semua hingga saat ini. Dan kepada Yth. Bapak/Ibu kepala sekolah Bapak/ibu wakil kepala sekolah Bapak ibu guru Bapak ibu penilai ujian parktik bahasa Indonesia yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya cintai, kita semua tentunya tahu dan menyadari betapa banyak terjadinya kenakalan remaja saat ini, dengan perbuatan negatif dan menyimpang di masyarakat. Seperti sudah mengenal rokok dan narkoba, yang pada awalnya hanya mencoba dan menjadi ketagihan sampai kecanduan. Adapun penyebab masalah dari kenakalan remaja ini yang diakibatkan dari kesalahan orang tua dalam cara mendidik atau orang tua yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat memperhatikan anak mereka, atau juga karena pergaulan remaja saat ini yang sudah terjerumus dengan pergaulan yang salah. Boleh saja kita mempunyai banyak teman, namun kita juga harus berhati-hati untuk memilih teman, agar kita tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Masih banyak lagi kenakalan remaja yang terpengaruh oleh pergaulan yang salah, seperti mabuk-mabukan, tawuran antar pelajar, geng motor, dan bahkan hal tersebut banyak menimbulkan korban dari banyak remaja yang terlibat dalam pergaulan yang salah. Mari kita jauhi perilaku-perilaku menyimpang tersebut, karena hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri. Gunakanlah masa-masa remaja dengan hal positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua dan juga bangsa. Teman-temanku yang saya banggakan, selektiflah dalam mencari teman dan tetap ingatlah bahwa tak ada satupun orang tua yang menginginkan ananya berperilaku buruk. Sampai disini yang dapat saya sampaikan dalam pidato ini, jikalau ada kesalahan mohon untuk dimaklumi. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Senin, 02 November 2015

PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

Jika anda menemukan artikel pendekatan saintifik dan model pembelajaran kurikulum 2013ini dalam usaha untuk belajar mengimplementasikan kurikulum 2013 di kelas anda, maka artikel ini adalah bacaan yang pas untuk dipelajari. Isi dari artikel ini sebagian besar mendasarkan pada pedoman kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Berikut adalah uraian singkat tentang pendekatan saintifik, model pembelajaran dan metode pembelajaran di dalam kurikulum 2013. PENDEKATAN SAINTIFIK Ada lima kegiatan utama di dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, yaitu: 1. Mengamati Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. 2. Menanya Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan diskusi kelas. 3. Mencoba Mengeksplor/mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. 4. Mengasosiasi Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi. 5. Mengkomunikasikan Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja. MODEL PEMBELAJARAN Pengertian model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Ada banyak model pembelajaran dan beberapa yang disarankan di dalam kurikulum 2013 diantaranya adalah: 1. Inquiry Based Learning 2. Discovery Based Learning 3. Project Based Learning 4. Problem Based Learning Berikut ini sedikit uraian penjelasan langkah-langkah dari tiap model pembelajaran. 1. Inquiry Based Learning: Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut: • Observasi/Mengamati • Mengajukan pertanyaan • Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban/ mengasosiasi atau melakukan penalaran • Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan/memprediksi dugaan • Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya. 2. Discovery Based Learning: Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut: • Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema. • Problem Statement (mengidentifikasi masalah); menemukan permasalahan menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah. • Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah • Data Processing (mengolah data); mencoba dan mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya, melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif. • Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan. • Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan metakognisi peserta didik. 3. Problem Based Learning; Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut: • Orientasi pada masalah; mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran. • Pengorganisasian kegiatan pembelajaran; menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap malasalah kajian. • Penyelidikan mandiri dan kelompok; melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menyelesaikan masalah yang dikaji. • Pengembangan dan Penyajian hasil; mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; 4. Project Based Learning; Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut: • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada. • Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan proyek bisa melalui percobaan. • Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek. • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek; mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan. • Menguji hasil; Fakta dan data dihubungkan dengan berbagai data lain. • Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di dalam kurikulum 2013 disarankan metode pembelajaran dalam kelas diantaranya adalah: - Diskusi - Eksperimen - Demonstrasi - Simulasi Jika semua itu dapat diimplementasikan dengan benar sesuai yang diharapkan maka keseluruhan kompetensi yang mencakup 4 ranah, yaitu kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan akan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Selasa, 11 Agustus 2015

STRUKTUR TEKS CERITA PENDEK

Pengertia cerpen dan menurut para ahli beserta unsur-unsurnya dapat kamu pahami serta cermati di artikel ini. Cerpen adalah cerita pendek, jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek. Atau definisi cerpen yang lainnya yaitu merupakan karangan fiktif yang isinya sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh sja. Maksud dari cerita pendek disini ialah ceritanya kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata atau kurang dari 10 (sepuluh) halaman. Selain itu, cerpen hanya memberikan kesan tunggal yang demikian dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu situasi saja. Struktur cerpen Struktur teks cerpen dintaranya ada 6 (enam) bagian yaitu: • Abstrak – merupakan ringkasan ataupun inti dari cerita yang akan dikembangkan menjadi rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional yang artinya sebuah teks cerpen boleh tidak memakai abstrak. • Orientasi – adalah yang berkaitan dengan waktu, suasana, maupun tempat yang berkaitan dengan cerpen tersebut. • Komplikasi – Ini berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat, pada struktur ini kamu bisa mendapatkan karakter ataupun watak dari tokoh cerita sebab kerumitan mulai bermunculan. • Evaluasi – Yaitu struktur konflik yang terjadi yang mengarah pada klimaks mulai mendapatkan penyelesainya dari konflik tersebut. • Resolusi – Pada struktur bagian ini si pengarang mengungkapkan solusi yang dialami tokoh atau pelaku. • Koda – Ini merupakan nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari suatu teks ceriita oleh pembacanya. • Struktur 1Abstrak pada tahapan ini" pengarang memberikan ringkasan atau inti cerita yang akan dikembangkannya menjadi rangkaian peristia yang dialami tokoh imajinasinya. !amhuri Muhammad menggambarkan seorang juru masak bernama Makaji yang sangat terkenal di kampungnya. tanpa campur tangan dalam meracik bumbu masakan" sebuah perhelatan akan dinilai tidak sukses karena tidak berhasil menyuguhkan para tamunya makanan leAat. /egitulah pentingnya kehadiran Makajidalam dunia masak-memasak di kampong itu" sehingga tidak ada yang bisa menggantikannya.2 Brientasi,ada tahapan orientasi" pengarang menceritakan latar berkaitan dengan aktu" ruang" dan suasana yang terjadi dalam sebuah peristia dalam cerpen. 5atar digunakan penulis untuk menghidupkan sebuah cerita dan meyakinkan pembaca. !engan kata lain" latar ini mengekspresikan atak" baik secara psikis maupun %isik. Komplikasi*ahapan ini berisi urutan kejadian" dan setiap kejadian-kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. ,eristia satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristia yang lain. ,ada cerpen juru masak" !amhuri Muhammad menceritakan #Arial pergi merantau karena ia dihina oleh kelluarga 6onggogeni. Maka dari itu dia merantau untuk merintis kariernya dan menjadi orang sukses.4 9aluasi,ada tahapan ini" kon%lik yang biasanya muncul pada setiap kejadian yang terdapat dalam komplikasi bisa diarahlkandiatur menuju ke tahapan selanjutnya. Sehingga komplikasi tersebut bisa terlihat tahap-tahap penyelesaiannya dari kon%lik yang muncul tersebut. !alam cerpen <8uru Masak= ketika #Arial ingin melupakan 6enggogeni" ia kemudian hengkang dari kampung dengan membaa luka hati. 6esolusi,ada tahapan ini" resolusi menerangkan tentang sebuah solusi dari kon%lik yang terjadi.!amhuri Muhammad menggambarkan seorang yang bernama #Arial. #Arial adalah seorang anak juru masak yang bekerja sebagaitukang cuci piring di rumah makan 8akarta. ?amun" karena kerja keras dan kegigihannya" sekarang #Arial menjadi orang 5areh ,anjang yang sukses dengan mempunyai enam rumah makan dan dua puluh empat anak buah.+ Koda,ada tahapan terakhir ini" koda ber%ungsi untuk menerangkan akhir dari cerita sebuah cerpen. ,ada cerpen karangan !amhuru Muhammad ini" #Arial sekarang telah sukses" dan dia berkeinginan mengajak ayahnya &Makaji) untuk tinggal bersamanya di 8akarta dan menghabiskan masa tuanya disana dengan #Arial Apakah itu cerpen? Unsur intrinsik cerpen A. Tema Gagasan pokok yang mendasari dari sebuah cerita. Tema-tema pada umumnya yang terdapat dalam sebuah cerita biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita (tersurat) dan tidak langsung, dimana si pembaca harus bisa menyimpulkan sendiri (tersirat). B. Alur (Plot) Jalan dari cerita sebuah karya sastra. Secara garis besarnya urutan tahapan alur dalam sebuah cerita antara antara lain: perkenalan > mucul konflik atau permasalahan > peningkatan konflik – puncak konflik atau klimaks > penurunan konflik > penyelesaian. C. Setting atau latar Kalau setting sangat berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah cerita tersebut. D. Tokoh Atau Pelaku Yaitu pelaku pada sebuah cerita. Setiap tokoh biasanya mempunyai watak , sikap, sifat dan juga kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan atau karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita), antagonis (lawan dari tokoh utama atau protagonis) dan tokoh figuran (tokoh pendukung untuk cerita). E. Penokohan (perwatakan) Pemberian sifat pada tokoh atau pelaku cerita. Sifat yang telah diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, serta pandangan tokoh terhadap sesuatu. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya: Metode analitik adalah metode penokohan yang memaparkan ataupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misalnya seperti: penakut, sombong, pemalu, pemarah, keras kepala, dll. Metode dramatik adalah suatu metode penokohan secara tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui: Penggambaran fisik (Misalnya berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit, dll), penggambaran melalui percakapan yang dilakukan oleh tokoh lain, Teknik reaksi tokoh lain (berupa pandangan, pendapat, sikap, dsb). F. Sudut Pandang (Point of View) Adalah visi pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Ada beberapa macam sudut pandang, diantaranya yaitu sudut pandang orang pertama (gaya bahasa dengan sudut pandang “aku”), sudut pandang peninjau (orang ke-3), dan sudut pandang campuran. Sudut pandang sama juga dengan kata ganti orang. Secara umum, sudut pandang atau kata ganti orang dibagi menjadi 3 macam, yaitu : 1. Kata ganti orang pertama (orang yang berbicara): • Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “aku , saya” dll. • Jamak, yaitu ditandai oleh “kata kami dan kita”. 2. Kata ganti orang kedua (orang yang dibicarakan) • Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “kamu, engkau, saudara, ada, bapak,” dll. • Jamak, yaitu ditandai oleh kata “kalian”. 3. Kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan) • Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “Ia, dia, beliau,” dll. • Jamak, taitu ditandai oleh kata “mereka”. G. Amanat atau pesan Yaitu amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya. Unsur ekstrinsik cerpen Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk yang terdapat di luar cerpen itu sendiri(unsur yang berada di luar karya sastra). Unsur-unsur ekstrinsik dari cerpen tidak bisa terlepas dari keadaan masyarakat saat diman cerpen itu dibuat oleh si penulis. Unsur ini sangat memiliki banyak pengaruh pada penyajian amanat maupun latar belakang dari cerpen itu sendiri. Dibawah ini akan unsur ekstrinsik dari cerpen diantaranya: A. Latar belakang masyarakat Yaitu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat sangat lah berpengaruh besar terhadap terbentuknya sebuah cerita khususnya cerpen. Pemahaman itu bisa berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik negara, kondisi sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi masyarakat. B. Latar belakang pengarang Ini bisa meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang sebelumnya. Latar belakang pengarang biasanya terdiri dari: • Biografi, Ini berisikan mengenai riwayat hidup pengarang cerita, yang ditulis secara keseluruhan. • Kondisi psikologis, ini berisi mengenai pemahaman kondisi mood atau keadaan yang mengharuskan seorang pengarang menulis cerita atau cerpen. • Aliran Sastra, seorang penulis pastinya akan mengikuti aliran sastra tertentu. Ini sangatlah berpengaruh pada gaya penulisan yang dipakai oleh penulis dalam menciptakan sebuah karya sastra. Berikut ini pengertian cerpen menurut beberapa ahli Inilah beberapa Pengertian cerpen menurut para ahli, dapat kamu baca dibawah ini: • Menurut menurut, H.B. Jassin -Sang Paus Sastra Indonesia- mengatakan bahwa: yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, & penyelesaian. • Sedangkan menurut, A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa: yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500 – 20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, & adanya satu kesan. • Dan menurut, Aoh. KH, mendefinisikan bahwa: cerpen adalah salah satu ragam fiksi / cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek. Ciri-ciri cerpen • Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata. • Bentuk tulisan yang singkat tentunya lebih pendek dari Novel. • Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari. • Penokohan dalam cerpen sangat sederhana. • Bersifat fiktif. • Hanya mempunyai 1 alur. • Habis dibaca sekali duduk. • Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca. • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup tidak seluruhnya. • Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerpen tersebut.

Jumat, 07 Agustus 2015

STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS SEJARAH

Teks Cerita Sejarah - Pengertian - Struktur - Kaidah - dan mengabstraksi Teks Cerita Sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Didalam teks cerita seajarah, disampaikan pengisahan suatu deretan pristiwa yang disusun bedasarkan kronologi waktu. Teks Cerita sejarah berkaitan dengan teks narasi. Teks cerita sejarah disampaikan bedasarkan pada pristiwa pritiwa yang terjadi di lapangan dan membentuk kisah sejarah teks tersebut. Struktur : • Orientasi • Komplikasi • Solusi • reorientasi Kaidah : • menggunakan kata benda atau kata ganti tertentu • menggunakan tokoh sentral • Menggunakan bentuk lampau (Pristiwa telah terjadi) • Misalnya : Pada tahun 1945 • Menggunakan kunjungsi untuk mengurutkan pristiwa/kejadian. • Misalnya : dan, tetapi, setelah itu, kemudian. • Menggunakan keterangan dan frasa adverbial untuk mengungkapkan waktu dan cara. • Misalnya : Kemarin. • Menggunakan kata kerja yang menyatakan tindakan. • Misalnya : Pergi, tidur. Teks Cerita Sejarah dibagi menjadi 2 : Teks Cerita Sejarah Fiksi : Teks Cerita Sejarah yang tidak nyata Contoh : • Novel • Cerpen • Legenda • Roman Teks Cerita Sejarah Non-fiksi : Teks Cerita Sejarah yang nyata Contoh : • Biografi • Autobiografi • Certia Perjalanan • Catatan Sejarah Biografi adalah Cerita atau riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Autobiografi adalah cerita atau riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh diri sendiri. Langkah Langkah mengabstraksi teks cerita sejarah : 1. Membaca teks secara lengkap 2. Menentukan ide pokok 3. Menentukan kalimat utama 4. Menentukan kata kunci 5. Membuat kalimat bedasarkan kata kunci 6. Menyusun teks menjadi sebuah abstraksi.

Selasa, 04 Agustus 2015

LAGU-LAGU DAERAH NUSANTARA

Angin Mamiri – Provinsi Makassar / Ujung Pandang / Sulawesi Angin mamari ku pasang Pitujui tongtongana Tusarua takkan lupa Eaule na mangu rangi Tutenaya, tutenaya parisina Batumi angin mamiri Angin ngerang dingin-dingin Nama lonta sari kuku Eaule na mangu rangi Matolorang, matolorang jenemato Gambang Suling Karangan / Ciptaan : Ki Narto Sabdo Gambang suling ngumandang swarane Tulat tulit kepenak unine Unine mung nrenyuh ake Barengan lan kentrung ketipung suling Sigrak kendangane Cing Cangkeling – Sunda Provinsi Jawa Barat Kleung dengklek buah kopi rarang geuyan Keun anu dewek ulah pati diheureuyan Cing cangkeling manuk cingkleung cindeten Plos kakolong bapak satar buleneng Pat lapat pat lapat katingalan masih tebih kene pisan Layarna bodas jeung celak kasurung kaombak ombak Si Patokaan – Provinsi Sulawesi Utara Sayang sayang si patokaan Matego tego gorokan sayang Sayang sayang si patokaan Matego tego gorokan sayang Sako mangemo tanah man jauh Mangemo milei leklako sayang Yamko Rambe Yamko – Provinsi Papua / Irian Jaya Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Keroncong Kemayoran – Provinsi DKI Jakarta / Betawi La la la la la la la laaa Laju laju perahu laju Jiwa manis indung di sayang La la la la la la la la laaa Laju sekali laju sekali ke surabaya Belenong di pinggir kali Dengan Keroncong senang sekali La la la la la la la laaa Boleh lupa kain dan baju Jiwa manis indung di sayang La la la la la la la la laaa Janganlah lupa janganlah lupa kepada saya Keladi dalam almari Yang baik budi yang saya cari La la la la la la la laaa Boleh lupa kain dan baju Jiwa manis indung di sayang La la la la la la la la laaa Janganlah lupa janganlah lupa kepada saya Merpati terbang melayang Cinta sejati Slalu terbayang Kedondong di atas peti Ini keroncong mohon berhenti Semogalah semua senang di hati Ayo Mama – Provinsi Maluku / Ambon ayam hitam telurnya putih mencari makan di pinggir kali sinyo hitam giginya putih kalau ketawa manis sekali ayo mama, jangan mama marah beta dia cuma cuma pegang beta ayo mama, jangan mama marah beta lah orang muda punya biasa Pepaya mangga Pisang Jambu Pepaya mangga pisang jambu Dibawa dari pasar minggu Disana banyak penjualnya Dikota banyak pembelinya Papaya buah yang berguna Bentuknya sangat sederhana Pasanya manis tidak kalah Membikin badan sehat segar Reff : Pepaya jeruk jambu Rambutan duren duku dll nya Marilah mari kawan Kawan semua Membeli buah buahan Papaya makanan rakyat Karena sangat bermanfaat Harganya juga tak mengikat Setalen tuan boleh angkat Buka Pintu – Provinsi Maluku / Ambon buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae beta panggil tidak menyahut, buka pintu juga tidak mau siolah nona beta mau masuke he he he he buka pintu buka pintu, beta mau masuke siolah nona nona beta, adalah di mukae ada anjing gonggong betae, ada hujan basah betae siolah nona beta mau masuke he he he he Anak Kambing Saya – Provinsi Nusa Tenggara mana dimana anak kambing saya anak kambing tuan ada di pohon waru mana dimana jantung hati saya jantung hati tuan ada di kampung baru caca marica he hei caca marica he hei caca marica ada di kampung baru caca marica he hey caca marica he hey caca marica ada di kampung baru Tokecang – Provinsi Jawa Barat / Sunda Tokecang tokecang bala gendir tosblong Angeun kacang sapependil kosong Aya listrik di masigit meuni caang katingalna Aya istri jangkung alit karangan dina pipina Tokecang tokecang bala gendir tosblong Angeun kacang angeun kacang sapependil kosong Rek Ayo Rek – Provinsi Jawa Timur Rek ayo rek mlaku mlaku nang tunjungan Rek ayo rek rame rame bebarengan Mangan tahu jadhi campur nganggo timun Malam minggu gak apik dhigawa nglamun Ngalor ngidur liwat took numpak motor Masih untung nyenggal nyenggol ati lega Sapa ngerti nasib awak lagi mujur Kenal anak e sing dodol rujak cingur Ja dhipikir kon padha gak duwe sangu ja dhipikir angger padha gelem melu aku cah ayo cah sapa gelem melu aku cah ayo cah golek kenalan cah ayu Sansaro – Provinsi Sumatera Barat / Padang Usah dikanalah juo cinto kito nan lamo Bia denai kok sansaro mandi si aia mato Sadah kok dikana kini Sadiah kasiahlah dipadu oi kanduang Usah dikanalah juo dinto kito nan lamo Sansai juo sansai juo oi iyo lah sansai Lir Ilir – Provinsi Jawa Tengah Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore Mumpung padang rembulane Mumpung jembar kalangane Sun suraka surak hiyo Suwe Ora Jamu – Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Suwe ora jamu Jamu godhong tela Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gela Suwe ora jamu Jamu godhong tela Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gela Burung Kakatua / Burung Kakaktua – Provinsi Maluku / Ambon Burung kakatua Hinggap di jendela Nenek sudah tua Giginya tinggal dua Lesbum Lesbum Lesbum la la la Lesbum Lesbum Lesbum la la la Lesbum Lesbum Lesbum la la la Burung kakatua Ayam Den Lapeh – Provinsi Sumatra Barat / Padang Luruihlah jalan Payakumbuah Babelok jalan kayujati Dimahati indak karusuah Awak takicuah Ai ai ayam den lapeh Mandaki jalan Pandai Sikek Manurun jalan ka Biaro Dima hati indak ka maupek Ayam den lapeh Ai ai ayam den lapeh Sikua capang sikua capeh Saikua tabang saikua lapeh Lapehlah juo nan ka rimbo Oi lah malang juo Pagaruyuang Batusangka Tampek bajalan urang Baso Duduak tamanuang tiok sabanta Ayam den lapeh Ai ai ayam den lapeh Potong Bebek Angsa – Provinsi Timor Timur / Timor Leste Potong bebek angsa, masak di kuali Nona minta dansa, dansa empat kali Dorong ke kiri, dorong ke kanan La la la la la … Potong bebek angsa, masak di kuali Nona minta dansa, dansa empat kali Dorong ke kiri, dorong ke kanan La la la la la … Sarinande – Provinsi Maluku / Ambon Sarinande, putri Sarinande Mengapa tangis matamu bengkak? Aduh mama, aduhlah papa Bak asap api masuk dimata Aduh mama, aduhlah papa Hati risau apakah obatnya? Soleram – Provinsi Riau Soleram Soleram Soleram Anak yang manis Anak manis janganlah dicium sayang Kalau dicium merah lah pipinya Satu dua Tiga dan empat Lima enam Tujuh delapan Kalau tuan dapat kawan baru sayang Kawan lama ditinggalkan jangan Kampuang Nan Jauh Di Mato Kampuang nan jauh di mato Gunuang Sansai Baku Liliang Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo Sangkek Basu Liang Suliang Panduduknya nan elok nan Suko Bagotong Royong Kok susah samo samo diraso Den Takana Jo Kampuang Takana Jo Kampuang Induk Ayah Adik Sadonyo Raso Mangimbau Ngimbau Den Pulang Den Takana Jo Kampuang Kicir-Kicir – Provinsi DKI Jakarta Kicir kicir ini lagunya Lagu lama ya tuan dari Jakarta Saya menyanyi ya tuan memang sengaja Untuk menghibur menghibur hati nan duka Burung dara burung merpati Terbang cepat ya tuan tiada tara Bilalah kita ya tuan suka menyanyi badanlah sehat ya tuan hati gembira Buah mangga enak rasanya Si manalagi ya tuan paling ternama Siapa saya ya tuan rajin bekerja pasti menjadi menjadi warga berguna Butet – Daerah Tapanuli Butet dipangungsian do apangmu ale butet Damargurilla damardarurat ale butet Damargurilla damardarurat ale butet I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge Butet sotung ngolngolan ro hamuna ale butet Pai ma tona manang surat ale butet Pai ma tona manang surat ale butet I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge Butet tibo do mulak au apangmu ale butet Masunta ingkon saut do talu ale butet Masunta ingkon saut do talu ale butet I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge Butet haru patibu ma magodang ale butet Asa adong da palang merah ale butet Da palang merah ni negara ale butet I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge Jali-Jali – Provinsi DKI Jakarta ini dia si jali-jali lagunya enak lagunya enak merdu sekali capek sedikit tidak perduli sayang asalkan tuan asalkan tuan senang di hati palinglah enak si mangga udang hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang palinglah enak si orang bujang sayang kemana pergi kemana pergi tiada yang m’larang disana gunung disini gunung hei sayang disayang ditengah tengah ditengah tengah kembang melati disana bingung disini bingung sayang samalah sama samalah sama menaruh hati jalilah jali dari cikini sayang jali-jali dari cikini jalilah jali sampai disini Surilang Jot-Njotan – Provinsi DKI Jakarta / Betawi Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan) Ada hujan rintik perlahan (surilang jot-njotan) Rahmat Tuhan semesta alam (surilang jot-njotan) eh sayang disayang Kagak gune cantik rupawan aduh sayang Kagak gune cantik rupawan eh sayang aduh sayang Kalo kagak suka sembahyang Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan) Burung elang di pinggir jalan (surilang jot-njotan) Dideketin eh malah terbang (surilang jot-njotan) eh sayang disayang Sie-sie puasa sebulan aduh sayang Sie-sie puasa sebulan eh sayang aduh sayang Kalo cuma ngomongin orang Pantun ini ya tuan pantun nasehat Didengerin ya nona buat dijalanin Kalau sebel en kesel (en sebel eh kesel) Maapin aje (eh biarin aje) Pahalenye eh buat kite sendiri Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan) Kue cubit di atas nampan (surilang jot-njotan) Jadi sehat kalo dimakan (surilang jot-njotan) eh sayang disayang Tiada gune uang disimpan aduh sayang Tiada gune uang disimpan eh sayang aduh sayang Kalo zakat enggak dibayarkan Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan) Baek ati ente lakuin (surilang jot-njotan) Kagak rugi aye jaminin (surilang jot-njotan) eh sayang disayang Naek haji niatin aduh sayang Naek aji kite niatin eh sayang aduh sayang Haji mabrur kite dambain Bubuy Bulan – Sunda Provinsi Jawa Barat Karangan / Ciptaan : Benny Korda Bubuy bulan Bubuy bulan sangray bentang Panon poe Panon poe disasate Unggal bulan, unggal bulan Unggal bulan abdi teang Unggal poe,unggal poe Unggal poe oge hade Situ Ciburuy laukna hese dipancing Nyeredet hate Ningali ngeplak caina Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing Nyeredet hateManuk Dadali – Sunda Provinsi Jawa Barat Mesatngapungluhur jauh di awang awang Meberkeunjanjangna bangun taya karingrang Kukuna ranggaos reujeungpamatukna ngeluk Ngepak mega bari hiberna tarik nyuruwuk Saha anu bisa nyusul kana tandangna gadangjeungpartentang taya badingan nana Dipikagimir dipikaserab ku sasama Taya karempan ka sieun leber wawanenna Manuk dadali manuk panggagahna Perlambang sakti Indonesia jaya Manuk dadali pang kakoncarana Resep ngahiji rukun sakabehna Hirup sauyunan tara pahirihiri Silih pikanyaah teu inggis bela pati Manuk dadali gadung siloka sinatria Keur sukamna bangsa di nagara Indonesia Ningali sorot socana